Gedung Manggala Wanabakti Blok IV Lt. 4, Jakarta Pusat

KEMENHUT PERKUAT OPERASI MANGGALA AGNI TANGANI KARHUTLA DI SUMATERA

Gakkum Kehutanan KEMENHUT PERKUAT OPERASI MANGGALA AGNI TANGANI KARHUTLA DI SUMATERA
Dokumentasi Penindakan Gakkum Kehutanan
Kementerian Kehutanan melalui Balai Dalkarhut Sumatera memperkuat operasi pemadaman karhutla di Aceh, Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan dengan mengerahkan personel Manggala Agni untuk pemadaman, pendinginan, dan patroli pencegahan. Upaya ini dilakukan bersama BPBD, TNI, Polri, KPH, pemerintah daerah, dan masyarakat guna menekan perluasan kebakaran serta mencegah munculnya titik api baru.

Dengarkan Berita ini

Status: Siap

Kementerian Kehutanan Perkuat Operasi Pemadaman Karhutla di Sejumlah Wilayah Sumatera

Palembang, 3 Juni 2026. Kementerian Kehutanan melalui Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera (Balai Dalkarhut Sumatera), Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, memperkuat operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera. Personel Manggala Agni diterjunkan ke Aceh, Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan untuk melakukan pemadaman, pendinginan, serta patroli pencegahan agar kebakaran dapat dikendalikan dan api tidak kembali muncul.

Penanganan Karhutla di Aceh dan Riau

Respons cepat dilakukan terhadap kejadian karhutla di Kabupaten Nagan Raya, Aceh, khususnya di Desa Kayee Unou, Kecamatan Darul Makmur, dan Desa Babah Lueng, Kecamatan Tripa Makmur. Balai Dalkarhut Sumatera mengerahkan personel Manggala Agni Daops Sumatera I Sibolangit untuk melakukan pemadaman intensif bersama BPBD Kabupaten Nagan Raya, TNI, Polri, dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) IV Aceh Barat. Penanganan dilakukan dengan perhatian khusus karena lokasi berada pada wilayah gambut dengan vegetasi yang mudah terbakar.

Operasi pemadaman di Provinsi Riau juga diperkuat karena fokus penanganan bertambah menjadi empat titik, yaitu Desa Pecing Bekulo, Kabupaten Siak, Kepenghuluan Rantau Bais, Kabupaten Rokan Hilir, Desa Sokoi, Kabupaten Pelalawan, serta lokasi karhutla baru di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis. Untuk mempercepat pemadaman dan pendinginan, Balai Dalkarhut Sumatera mengerahkan perbantuan personel Manggala Agni dari Daops Sumatera IV Pekanbaru, Daops Sumatera IX Kota Jambi, dan Daops Sumatera XII Muara Tebo menuju Pulau Rupat.

Operasi di Jambi dan Sumatera Selatan

Selain Aceh dan Riau, Manggala Agni juga menangani karhutla di Jambi dan Sumatera Selatan. Manggala Agni Daops Sumatera X Muara Bulian bersama Polri dan masyarakat berhasil memadamkan karhutla di Desa Durian Luncuk, Kecamatan Batin XXIV, Kabupaten Batanghari, Jambi, pada Selasa, 2 Juni 2026. Pada hari yang sama, Manggala Agni Daops Sumatera XIV Banyuasin bersama BPBD Kabupaten Ogan Ilir, TNI, Polri, dan dukungan satu unit water bombing menuntaskan pemadaman di Desa Sungai Rambutan, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

Kepala Balai Dalkarhut Sumatera, Ferdian Krisnanto, menyampaikan bahwa operasi pemadaman diperkuat melalui respons cepat, penambahan personel lintas Daops, dan patroli pencegahan. “Fokus kami adalah merespons cepat setiap laporan titik api, membatasi perluasan area terbakar, dan memastikan pendinginan dilakukan sampai tuntas. Di wilayah gambut, bara bisa bertahan di bawah permukaan meskipun nyala api sudah padam. Karena itu, tim tetap melakukan pengecekan ulang, pendinginan, patroli pencegahan, serta pemantauan hotspot atau indikasi titik panas untuk deteksi dini dan tindakan cepat. Perbantuan lintas Daops kami lakukan agar personel di lapangan mendapat dukungan yang cukup dan lokasi karhutla baru dapat segera ditangani,” ujar Ferdian.

Peran Manggala Agni dan Ajakan Kewaspadaan

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, menegaskan bahwa Manggala Agni memiliki peran penting dalam pengendalian karhutla di tingkat tapak. “Manggala Agni bekerja di garis depan pengendalian karhutla. Mereka hadir bersama BPBD, TNI, Polri, pemerintah daerah, KPH, dan masyarakat untuk memastikan api tidak meluas dan risiko asap dapat ditekan. Tetapi pencegahan karhutla tidak bisa hanya bertumpu pada petugas pemadam. Kuncinya tetap kewaspadaan bersama, tidak membuka lahan dengan api, dan segera melaporkan tanda-tanda kebakaran sejak awal,” tegas Dwi Januanto.

Kementerian Kehutanan mengajak pemerintah daerah, pelaku usaha, kelompok masyarakat, dan warga di wilayah rawan karhutla untuk memperkuat kewaspadaan bersama. Tidak membuka lahan dengan api, segera melaporkan tanda kebakaran, dan menjaga lingkungan sekitar merupakan langkah sederhana yang menentukan. Kerja Manggala Agni di lapangan akan semakin efektif jika titik api dicegah sejak awal, sebelum meluas dan menimbulkan asap bagi masyarakat.

Bagikan
Kembali ke Daftar