Gedung Manggala Wanabakti Blok IV Lt. 4, Jakarta Pusat

Perkuat Sinergi Pengendalian Karhutla, Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan Koordinasi dengan Pemeritah Kabupaten Kayong Utara

Gakkum Kehutanan Perkuat Sinergi Pengendalian Karhutla, Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan Koordinasi dengan Pemeritah Kabupaten Kayong Utara
Dokumentasi Penindakan Gakkum Kehutanan
Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kayong Utara untuk memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan menjelang puncak musim kemarau. Sinergi lintas sektor, peningkatan kesiapsiagaan, serta upaya pencegahan dan penanganan cepat di lapangan menjadi fokus utama dalam menekan dampak karhutla.

Dengarkan Berita ini

Status: Siap

Koordinasi Pengendalian Karhutla di Kayong Utara Diperkuat Jelang Musim Kemarau

Kayong Utara, 22 Juli 2026 — Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan melalui Kepala Seksi Wilayah II Pontianak melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kayong Utara sebagai bagian dari upaya memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla)

Langkah Strategis Pengendalian Karhutla

Koordinasi yang dilaksanakan pada 21 Juli 2026 dan diterima langsung oleh Bupati di Kantor Bupati Kayong Utara tersebut membahas sejumlah langkah strategis dalam pengendalian karhutla, meliputi dukungan sumber daya, penguatan sinergi antarinstansi, peningkatan kesiapsiagaan, serta upaya pencegahan guna meminimalkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Pertemuan ini menjadi langkah penting dalam mempererat kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menghadapi ancaman karhutla, khususnya menjelang puncak musim kemarau. Melalui koordinasi yang intensif dan dukungan lintas sektor, diharapkan kesiapsiagaan seluruh pemangku kepentingan semakin meningkat sehingga upaya pencegahan, deteksi dini, dan penanganan karhutla dapat dilakukan secara lebih efektif, cepat, dan terpadu.

Pentingnya Sinergi dan Kesiapsiagaan

Kepala Seksi Wilayah II Pontianak, Sahat Irawan Manik, menyampaikan bahwa pengendalian karhutla membutuhkan berbagai upaya yang dilakukan secara simultan, mulai dari penguatan koordinasi, pencegahan, deteksi dini hingga penanganan langsung di lapangan melalui kegiatan pemadaman apabila terjadi kebakaran.

“Pengendalian karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi yang kuat oleh semua pihak. Selain upaya pencegahan, kesiapsiagaan personel dan peralatan untuk penanganan cepat di lapangan juga menjadi faktor penting dalam menekan luas areal yang terbakar,” ujarnya.

Peningkatan Hotspot dan Penanganan di Lapangan

Lebih lanjut disampaikan bahwa selama Juli 2026, Kabupaten Kayong Utara mengalami peningkatan hotspot dan kejadian karhutla. Tim gabungan yang terdiri atas Manggala Agni, BPBD, TNI/Polri, KPH dan masyarakat, serta para pihak terkait lainnya telah menangani 6 (enam) lokasi kejadian karhutla yang tersebar di Desa Pemangkat, Kecamatan Simpang Hilir, serta Desa Sejahtera dan Desa Simpang Tiga, Kecamatan Sukadana, dengan total luas areal karhutla yang berhasil ditangani mencapai ± 39 Ha.

Saat ini, satu regu Manggala Agni Pondok Kerja Kayong Utara, Daops Kalimantan X/Ketapang telah dikerahkan untuk memadamkan karhutla pada titik api baru yang terpantau di Desa Pemangkat, Kecamatan Simpang Hilir. Tim pemadaman bergerak cepat untuk melakukan penanganan dengan fokus pada pemadaman api, pengejaran kepala api, serta pelokalisiran area terbakar guna mencegah penyebaran api ke wilayah sekitar. Upaya ini dilakukan agar karhutla dapat segera dikendalikan dan tidak menimbulkan dampak yang lebih luas terhadap lingkungan maupun masyarakat.

Imbauan dan Prioritas Pencegahan

“Memasuki periode musim kemarau, kami terus meningkatkan kesiapsiagaan personel, sarana dan prasarana, serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan. Upaya pencegahan harus menjadi prioritas utama melalui patroli terpadu, sosialisasi kepada masyarakat, serta deteksi dini terhadap potensi titik api. Apabila terjadi kebakaran, respons cepat di lapangan menjadi kunci untuk mencegah meluasnya areal terdampak,” tegas Sahat.

Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran hutan dan lahan di wilayah sekitarnya. Peran aktif masyarakat merupakan kunci keberhasilan dalam mencegah dan mengendalikan karhutla, khususnya selama musim kemarau.

Bagikan
Kembali ke Daftar