Apel Siaga Karhutla NTB 2026 Perkuat Kesiapsiagaan di Sembalun
Sembalun, 13 Agustus 2026. Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan Kementerian Kehutanan melalui Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Balai Dalkarhut Jabalnusra) Bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menggandeng UPT Kementerian Kehutanan lingkup NTB, Kementerian Lingkungan Hidup, aparat keamanan, pengelola kawasan hutan, dunia usaha, dan masyarakat memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui Apel Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2026 di Desa Sembalun, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Kamis, 13 Agustus 2026.
Sebanyak +300 personil mengikuti apel siaga yang terdiri atas unsur TNI, Polri, Satuan Polisi Reaksi Cepat (SPORC), Polisi Kehutanan, Manggala Agni, Dinas Pemadaman dan Penyelamatan, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan Masyarakat Peduli Api (MPA). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana, sistem koordinasi, serta mekanisme respons dalam menghadapi potensi karhutla selama musim kemarau.
Ancaman Karhutla dan Status Siaga di NTB
Berdasarkan Climate Outlook BMKG, kondisi ENSO pada 2026 memasuki fase El Niño yang berkorelasi dengan peningkatan kekeringan, penurunan curah hujan, dan meningkatnya kerentanan terhadap kebakaran hutan. Sebagai langkah antisipasi, pada 22 Juli 2026 Gubernur Nusa Tenggara Barat telah menetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla, sebagai tindak lanjut atas penetapan status siaga karhutla di lima kabupaten, yaitu Kabupaten Lombok Timur, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, dan Bima.
Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. H. Abul Chair, AK, menegaskan bahwa apel siaga bukan sekadar kegiatan seremonial atau agenda rutin tahunan belaka, tetapi merupakan wujud keseriusan pemerintah dalam membangun kesiapsiagaan tingkat tapak bersama seluruh pihak.
Komitmen Bersama Cegah Karhutla
“Satu Semangat Cegah Karhutla, Lestarikan Hutan dan Lingkungan NTB” menjadi tema apel yang menurut Sekda NTB bukan sekadar slogan, melainkan komitmen bersama yang harus diwujudkan melalui kerja nyata seluruh pihak.
“Apel siaga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen, menyatukan langkah, dan mengesampingkan ego sektoral dalam membangun pengendalian karhutla yang terpadu. Kesiapsiagaan harus dibangun sebelum bencana terjadi. Seluruh unsur harus siap bergerak, siap berkoordinasi, dan siap bertindak demi melindungi hutan, lingkungan, serta keselamatan masyarakat Nusa Tenggara Barat,” tegasnya
Penguatan Respons dan Simulasi Lapangan
Kepala Balai Dalkarhut Jabalnusra, Bambang Setyo Antoko menekankan bahwa dalam menghadapi ancaman karhutla diperlukan aksi yang terencana dan responsif dengan mengerahkan seluruh elemen pentahelix, meliputi pemerintah, TNI/Polri, masyarakat, akademisi/NGO, dan dunia usaha. “Kami terus memperkuat kesiapsiagaan hingga tingkat tapak dengan memastikan personel, sarana prasarana, sistem koordinasi, serta peran masyarakat berjalan secara terpadu. Pengendalian karhutla tidak bisa menunggu sampai api membesar. Pencegahan, deteksi dini, dan respons cepat harus dilakukan secara bersama-sama,”” tegas Kepala Balai.
Tak hanya menggelar Apel Siaga, kegiatan juga dilanjutkan dengan penyerahan sarana dan prasarana kepada kelompok masyarakat dan atraksi simulasi pemadaman kebakaran hutan yang diperagakan langsung oleh Manggala Agni Balai Dalkarhut Jabalnusra dan Masyarakat Peduli Api Sembalun. Rangkaian tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan seluruh unsur dalam melakukan pencegahan dan penanganan karhutla secara cepat, tepat, dan terpadu.
Ajakan Kesiapsiagaan untuk Semua Pihak
Kementerian Kehutanan mengajak seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat untuk menjadikan kesiapsiagaan sebagai gerakan bersama, bukan sekadar kegiatan seremonial. Mari perkuat upaya pencegahan melalui deteksi dini, patroli, kesiapan personel dan sarana prasarana, serta respons cepat hingga tingkat tapak.
Mari bersama mencegah karhutla, menjaga hutan dan lingkungan, serta melindungi keselamatan masyarakat.






