Gedung Manggala Wanabakti Blok IV Lt. 4, Jakarta Pusat

KEMENHUT BERSAMA BMKG PERKUAT PENGENDALIAN KARHUTLA MELALUI OPERASI MODIFIKASI CUACA DI KALIMANTAN DAN JAWA TIMUR

Gakkum Kehutanan KEMENHUT BERSAMA BMKG PERKUAT PENGENDALIAN KARHUTLA MELALUI OPERASI MODIFIKASI CUACA DI KALIMANTAN DAN JAWA TIMUR
Dokumentasi Penindakan Gakkum Kehutanan
Kementerian Kehutanan bersama BMKG memperkuat operasi terpadu pengendalian karhutla di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Jawa Timur melalui pengerahan personel lapangan serta dukungan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). OMC dilaksanakan berdasarkan analisis meteorologi dan perkembangan karhutla untuk mempercepat pemadaman, mencegah kebakaran baru, serta melindungi masyarakat dan lingkungan dari dampak karhutla.

Dengarkan Berita ini

Status: Siap

Kementerian Kehutanan dan BMKG Perkuat Operasi Pengendalian Karhutla di Tiga Provinsi

Operasi Terpadu Pengendalian Karhutla

Jakarta, 5 September 2026 — Kementerian Kehutanan bersama BMKG memperkuat operasi terpadu pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Jawa Timur dengan mengerahkan kekuatan lapangan serta dukungan teknologi berbasis analisis cuaca. Upaya ini dilakukan untuk mempercepat pengendalian kebakaran, melindungi masyarakat, dan mencegah meluasnya dampak karhutla.

Kementerian Kehutanan telah berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk melaksanakan dukungan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Jawa Timur.

OMC berlangsung di Jawa Timur mulai tanggal 3–9 September 2026 menggunakan Pesawat CASA A2104, Kalimantan Barat mulai 5–14 September 2026 dan Kalimantan Tengah mulai 6–14 September 2026 dengan menggunakan pesawat CASA 212 serta dukungan logistik dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

OMC Berbasis Analisis Cuaca dan Kerawanan Karhutla

Pelaksanaan OMC dilakukan berdasarkan analisis meteorologi, potensi pertumbuhan awan, perkembangan kejadian karhutla, serta pemantauan tinggi muka air tanah oleh BMKG. Wilayah sasaran ditentukan berdasarkan potensi pembentukan awan hujan dan tingkat kerawanan karhutla yang tinggi.

Untuk pelaksanaan OMC di Jawa Timur, diarahkan untuk mendukung pemadaman kebakaran hutan di wilayah TN Bromo Tengger Semeru, Gunung Arjuno dan wilayah lain di Jawa Timur.

“Di saat Satgas Darat Karhutla yang memiliki komponen personil dari berbagai instansi/lembaga Pusat dan daerah (Polri/TNI/Menggala Agni Kemenhut/BPBD/Mayarakat Peduli Api/Relawan) terus melakukan giat pemadaman di lapangan, maka dukungan teknologi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menjadi kunci dalam upaya penanganan karhutla untuk secepat mungkin bisa dipadamkan.
Dalam rencana OMC lanjutan di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah serta di Jawa Timur tersebut yang dialokasikan dari anggaran Ditjen Penegakan Hukum Kehutanan cq. Direktorat Pengendaian Kebakaran Hutan TA. 2026, ungkapan terima kasih disampaikan oleh Dirjen Penegakan Kehutanan Dwi Januanto Nugroho atas dukungan BMKG, BNPB, TNI AU, BPBD dan seluruh pihak dalam pelaksanaan OMC tersebut.”

Pengendalian Karhutla untuk Melindungi Masyarakat

Januanto menambahkan bahwa pengendalian karhutla juga merupakan bentuk perlindungan negara terhadap masyarakat yang terdampak.

“Yang kita lindungi bukan hanya ekosistem di kawasan hutan, tetapi juga masyarakat yang tinggal dan bergantung pada lingkungan sekitarnya. Karena itu, setiap langkah pengendalian diarahkan untuk mengurangi dampak terhadap kesehatan, aktivitas sosial, pendidikan, dan perekonomian masyarakat. Pada saat yang sama, apabila ditemukan indikasi pelanggaran, proses penegakan hukum tetap berjalan sesuai ketentuan,” tegasnya.

Dukungan Pesawat OMC Tetap Disiagakan

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bersama Kepala BNPB pada kesempatan giat Karhutla di Kalimantan Barat sebelumnya, memastikan dukungan pesawat untuk OMC tetap disiagakan hingga 13 September.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar setiap peluang pembentukan awan hujan dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk membantu penanganan sekaligus mencegah munculnya kebakaran baru.

Bagikan
Kembali ke Daftar