Kementerian Kehutanan Buka Pelatihan Fire Crew 1 Manggala Agni di Merauke
Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Pendayagunaan Sumber Daya dan Pengamanan Hutan (Dit. PSPH), Ditjen Gakkum Kehutanan resmi membuka Pelatihan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Manggala Agni 1 (Fire Crew 1) pada Minggu, 29 Juni 2026, di Merauke, Papua Selatan. Pelatihan intensif ini berlangsung selama enam hari, dari 29 Juni hingga 4 Juli 2026, dengan total 60 Jam Pelajaran (JP) secara klasikal, diikuti oleh 30 personel Manggala Agni pilihan yang berasal dari Balai Besar KSDA Papua, Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Maluku Papua dan Balai Taman Nasional Wasur.
Kolaborasi Pelatihan dan Tindak Lanjut Program Prioritas
Kegiatan ini diselenggarakan Direktorat PSPH berkolaborasi dengan BP2SDM Wilayah VI Makassar yang berperan sebagai penyedia Widyaiswara dan materi teknis berbasis kurikulum terstandar, sementara instruktur dari Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Kalimantan membawa pengetahuan operasional yang tertempa langsung dari lapangan.
Penyelenggaraan pelatihan ini merupakan tindak lanjut nyata dari hasil Rapat Kerja Gakkum Kehutanan yang telah menetapkan Fire Crew 1 sebagai salah satu program prioritas yang wajib direalisasikan.
Urgensi Pelatihan di Tengah Ancaman Karhutla Papua
Pelatihan ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan di wilayah Papua, yang memiliki ekosistem unik mencakup savana, lahan basah, dan hutan hujan tropis termasuk kawasan Taman Nasional Wasur yang diakui sebagai lahan basah internasional.
Direktur PSPH, Suharyono menegaskan urgensi dan arah kegiatan tersebut: Kegiatan Pelatihan Fire Crew 1 dilaksanakan tidak hanya berorientasi pada kemampuan teknis, tetapi juga mendorong soft skill Manggala Agni di bidang preemtif atau penyadartahuan kepada masyarakat agar tidak lagi melakukan aktivitas yang menyebabkan kebakaran hutan. Manggala Agni adalah mitra masyarakat sekaligus rekan aparat penegak hukum yang menjadi pihak pertama mengetahui adanya potensi kebakaran di kawasan, sehingga kemampuan komunikasi dan pendekatan humanis kepada masyarakat sekitar hutan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kompetensi seorang personel Manggala Agni yang profesional.
Komitmen Menjaga Ekosistem dan Penguatan SDM
Kawasan Merauke dan sekitarnya, termasuk Taman Nasional Wasur yang berstatus lahan basah internasional, menyimpan kekayaan ekologis yang tidak ternilai. Menjaganya dari ancaman kebakaran bukan semata tugas teknismelainkan tanggung jawab moral terhadap alam dan generasi mendatang.
Melalui pelatihan ini, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Kementerian Kehutanan menegaskan komitmennya bahwa penguatan sumber daya manusia adalah bentuk nyata dari komitmen jangka panjang dalam menjaga kelestarian hutan. Personel yang kompeten, disiplin dan memiliki integritas tinggi adalah garis pertahanan terdepan yang sesungguhnya. Ke depan, diharapkan kapasitas yang terbangun dalam pelatihan ini dapat berkontribusi nyata dalam menurunkan luas dan frekuensi kebakaran hutan dan lahan di Papua, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap keseriusan negara dalam menjaga kelestarian ekosistem hutan tropis dan lahan basah yang menjadi warisan alam dunia.







