Gedung Manggala Wanabakti Blok IV Lt. 4, Jakarta Pusat

PERKUAT SINERGI BILATERAL DAN SWASTA, KEMENTERIAN KEHUTANAN TINGKATKAN KAPASITAS SDM DALKARHUTLA

Gakkum Kehutanan PERKUAT SINERGI BILATERAL DAN SWASTA, KEMENTERIAN KEHUTANAN TINGKATKAN KAPASITAS SDM DALKARHUTLA
Dokumentasi Penindakan Gakkum Kehutanan
Kementerian Kehutanan membuka Basic Training on Forest Fire Suppression di OKI, Sumatera Selatan, sebagai langkah memperkuat kesiapsiagaan dan kapasitas SDM pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Pelatihan ini menjadi wujud sinergi bilateral Indonesia-Korea Selatan dan dukungan sektor swasta untuk pencegahan karhutla, pengurangan emisi, serta penguatan respons cepat di wilayah konsesi.

Dengarkan Berita ini

Status: Siap

PERKUAT SINERGI BILATERAL DAN SWASTA, KEMENTERIAN KEHUTANAN TINGKATKAN KAPASITAS SDM DALKARHUTLA

Bergerak terus memperkuat kesiapsiagaan dalam mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Republik Indonesia melalui Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan serta Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri resmi membuka Basic Training on Forest Fire Suppression (Pelatihan Dasar Pemadaman Kebakaran Hutan) di Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (8/6/2026).

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri, Ristianto Pribadi, dalam sambutannya menegaskan bahwa pengelolaan hutan yang berkelanjutan dapat terwujud melalui kolaborasi kuat antar-pemangku kepentingan.

Sinergi Bilateral dan Sektor Swasta

“Langkah taktis ini merupakan buah sinergi lintas negara dan sektor swasta, yang dirancang untuk memperkuat kapasitas pencegahan karhutla langsung dari hulu, khususnya di wilayah konsesi,” ujar Risdianto.

Risdianto mengatakan bahwa kegiatan ini adalah implementasi nyata dari kerja sama strategis antara Kemenhut RI dan Korea Forest Service (KFS) dalam memperkuat kolaborasi bilateral. Sesuai komitmen dalam MoU on Forest Fire Management and Post-Fire Restoration Cooperation, kedua negara berkomitmen penuh memperkuat aspek pencegahan, kesiapsiagaan, respons cepat, hingga pemulihan pasca kebakaran.

Komitmen Pengendalian Karhutla dan Target Iklim

Kehadiran Kemenhut dalam acara ini menegaskan bahwa kedisiplinan sektor swasta dalam menjaga area konsesi bebas dari api adalah instrumen krusial untuk mencapai target iklim nasional.

Hadir mewakili Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan, Kepala Sub Direktorat Pencegahan Kebakaran Hutan, M. Hariyanto, menyebutkan bahwa pemerintah Indonesia terus meningkatkan komitmennya untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK). Target mandiri berdasarkan kapasitas nasional kini melonjak dari 41% menjadi 43%, sejalan dengan kebijakan Forest and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030.

Pusat Pembelajaran Modern di OKI

"Pelatihan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan langkah taktis preventif jangka panjang. Ini adalah momentum emas untuk memperkenalkan fasilitas terbaru Forest and Land Fire Management Center di Daops OKI yang sedang dikembangkan sebagai pusat pembelajaran modern hasil kerja sama antara KFS dan Kemenhut RI," kata Hariyanto.

Hariyanto berharap kedepannya center ini diharapkan berkontribusi besar dalam mendongkrak kapasitas pengendalian karhutla, tidak hanya bagi internal Kemenhut, tetapi juga sektor swasta, masyarakat lokal, dan pemerintah daerah.

Dukungan Korea Selatan dan Apresiasi Swasta

Kerja sama internasional menjadi salah satu pilar kuat dalam upaya pencegahan ini, terutama melalui dukungan penuh Pemerintah Korea Selatan. Co-Director Korea-Indonesia Forest Cooperation Center (KIFC), Jeong Cheol Ho, menyampaikan bahwa selama lima tahun terakhir, pihaknya berkomitmen penuh dalam membangun sistem pengelolaan kebakaran hutan di OKI dengan sokongan dari Korea Forest Service.

Sinergi pengendalian karhutla ini juga mendapat apresiasi positif dari sektor swasta. Perwakilan dari POSCO Internasional di Indonesia, Kong Byoung Sun, menyatakan bahwa inisiatif ini menjadi bukti eratnya hubungan bilateral yang harmonis antara Indonesia dan Korea.

Pelatihan Intensif untuk Peningkatan Kapasitas SDM

"Melalui Manggala Agni, transfer ilmu dan peningkatan kapasitas SDM di sektor mitigasi karhutla terus diakselerasi demi masa depan bumi yang lebih hijau. Melalui gemblengan intensif ini, para peserta diharapkan kembali ke wilayah kerja dengan kesiapsiagaan penuh, mampu merespons potensi titik api dalam hitungan menit, dan menjaga koordinasi solid di lapangan," tutup Kong.

Pelatihan intensif yang berlangsung pada 8–10 Juni 2026 ini diselenggarakan oleh Manggala Agni Daops Sumatera XVII OKI dengan dukungan dari KIFC. Sebanyak 25 personel pemadam kebakaran internal dari PT Prime Agri Resources (PT PAR) dan PT Bio Inti Agrindo (PT BIA), dua anak perusahaan POSCO International yang bergerak di sektor agribisnis dan kelapa sawit mengikuti peningkatan kapasitas secara intensif.

Bagikan
Kembali ke Daftar