
Dengarkan Berita ini
Pontianak, 28 Januari 2026. Memasuki awal tahun 2026, Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan, Seksi Wilayah II Pontianak bersama BPBD, TNI/Polri dan para pihak terus melakukan upaya pemadaman kebakaran hutan (karhut) di Provinsi Kalimantan Barat khususnya di Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Sambas, Kabupaten Mempawah, dan Kabupaten Ketapang yang menjadi daerah rawan karhutla seiring meningkatnya jumlah titik panas serta potensi kekeringan pada musim kemarau. Kondisi tersebut menuntut kewaspadaan dan upaya pencegahan yang lebih intensif dari seluruh pihak terkait.
Berdasarkan pemantauan Kementerian Kehutanan, karhut di Provinsi Kalimantan Barat mulai terjadi sejak 17 Januari 2026, melalui upaya pemadaman intensif yang dilakukan Manggala Agni Kalimantan Barat bersama para pihak, sejumlah lokasi telah berhasil dipadamkan dan dinyatakan aman pada Minggu 25 Januari 2026, antara lain Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya; Desa Rasau Jaya Tiga, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya;Kelurahan Bansir Darat, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak; Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah; Desa Kuala Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang; Desa Kemboja, Kecamatan Pulau Maya, Kabupaten Kayong Utara; Desa Sepenggan, Kecamatan Semparuk, Kabupaten Sambas; dan Desa Selakau Tua, Kecamatan Selakau Timur, Kabupaten Sambas.
Hingga saat ini, Tim Daops Kalimantan Manggala Agni VIII/Pontianak bersama para pihak masih terus melakukan pemadaman di sejumlah titik karhut baru, yaitu di Kelurahan Bansir Darat, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak; Desa Rasau Jaya Umum, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya; Desa Punggur Kecil dan Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya; serta Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah. Selain itu, Tim Daops Manggala Agni Kalimantan XI/Sintang juga masih melakukan upaya pemadaman karhutla di Desa Kebong, Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat.
Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho menyampaikan: “Untuk mengantisipasi peningkatan kerawanan karhutla, saat ini telah dimulai operasi patroli pencegahan di wilayah Kalimantan Barat. Patroli ini bertujuan untuk mendeteksi kondisi lapangan lebih awal, memperkuat koordinasi, serta mempercepat arus informasi dari masyarakat sehingga respons terhadap kejadian karhutla dapat dilakukan lebih cepat. Selain itu, patroli juga dilakukan untuk mengecek kondisi bahan bakar, potensi sumber air, serta isu-isu karhutla di Masyarakat. Berdasarkan data Posko Pengendalian Kebakaran Hutan Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan, Ditjen Gakkum Kehutanan per 27 Januari 2026, hotspot dari Satelit TERRA/AQUA (MODIS NASA) dengan confidence level High pada Januari 2026 Kalbar 25 titik panas”, ungkap Dwi Januanto.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan, Yudho Shekti Mustiko mengatakan: “Berdasarkan pemantauan harian hotspot, terpantau adanya peningkatan jumlah dan sebaran titik panas di Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Mempawah, Kabupaten Ketapang, dan Kabupaten Sambas. Selain itu, hasil pengamatan Fire Danger Rating System (FDRS) BMKG juga menunjukkan peningkatan tingkat kerawanan kebakaran. Manggala Agni Balai Dalkarhut Wilayah Kalimantan khususnya wilayah Provinsi Kalimantan Barat berkomitmen untuk terus bergerak cepat dan bersinergi dengan para pihak guna menuntaskan pemadaman karhutla serta mencegah terjadinya kebakaran lanjutan,” pungkas Yudho Shekti.