Gedung Manggala Wanabakti Blok IV Lt. 4, Jakarta Pusat

KEMENTERIAN KEHUTANAN PERKUAT SINERGI DENGAN KOMISI IV DPR RI DAN PEMPROV RIAU, FOKUS PADA PENCEGAHAN KARHUTLA DI TINGKAT TAPAK

Gakkum Kehutanan KEMENTERIAN KEHUTANAN PERKUAT SINERGI DENGAN KOMISI IV DPR RI DAN PEMPROV RIAU, FOKUS PADA PENCEGAHAN KARHUTLA DI TINGKAT TAPAK
Dokumentasi Penindakan Gakkum Kehutanan
Kementerian Kehutanan memperkuat sinergi dengan Komisi IV DPR RI dan Pemerintah Provinsi Riau untuk mengantisipasi Karhutla 2026 di tengah prediksi kemarau kering akibat El Nino. Kolaborasi ini menitikberatkan pada pencegahan di tingkat tapak, penguatan deteksi dini, restorasi gambut, pemberdayaan masyarakat, dan penegakan hukum yang konsisten.

Dengarkan Berita ini

Status: Siap

Kemenhut Perkuat Sinergi dengan DPR RI dan Pemprov Riau Antisipasi Karhutla 2026

Pekanbaru, Jumat, 3 Juli 2026 – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat komitmen kolaboratif bersama Komisi IV DPR RI dan Pemerintah Provinsi Riau dalam mengantisipasi potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menyusul prediksi kemarau kering akibat fenomena El Nino 2026. Melalui forum Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI yang diselenggarakan di Balai Besar KSDA Riau, Kemenhut menegaskan urgensi sinkronisasi strategi dan penguatan aspek pencegahan langsung di tingkat tapak guna mengendalikan dampak lingkungan secara masif.

Data Nasional dan Kerawanan Karhutla di Riau

Evaluasi data nasional hingga Mei 2026 menunjukkan akumulasi dampak kebakaran hutan dan lahan yang memerlukan mitigasi intensif, di mana luasan karhutla secara nasional telah mencapai 81.077,05 hektar. Dari total luasan tersebut, Provinsi Riau menempati posisi kedua tertinggi di Indonesia dengan luasan terdampak mencapai 15.318,03 hektar.

Di tingkat regional Riau, Kabupaten Bengkalis mencatat kerawanan dan luasan terdampak paling signifikan sebesar 8.236,96 hektar, diikuti oleh Kabupaten Pelalawan dengan dampak kebakaran seluas 4.538,76 hektar. Akumulasi angka makro ini menegaskan urgensi penanganan terintegrasi antarinstitusi secara cepat.

Koordinasi Strategis dan Fokus Kemenhut

Dalam pertemuan strategis ini, jajaran pimpinan dan perwakilan pemangku kepentingan melakukan koordinasi intensif guna merumuskan solusi jangka panjang di tingkat tapak. Perwakilan dari Kementerian Kehutanan, Bapak Dwi Januanto Nugroho, menegaskan bahwa fokus utama Kemenhut adalah mengoptimalkan infrastruktur digital seperti website intelligence dan integrasi penuh pada sistem Sipongi untuk memetakan irisan wilayah rawan, mencakup areal konsesi perusahaan hingga kawasan perhutanan sosial.

Kemenhut menempatkan pelestarian keanekaragaman hayati di kawasan konservasi, hutan suaka alam, dan Taman Nasional seperti TN Tesso Nilo sebagai prioritas mutlak yang harus dilindungi dari karhutla melalui penertiban perambahan serta penegakan kewajiban pemegang izin korporasi secara konsisten.

Dukungan DPR RI dan Pemerintah Provinsi Riau

Langkah taktis ini didukung penuh oleh legislatif, di mana Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, H. Alex Indra Lukman, S.Sos., M.A.P., menyampaikan apresiasi tinggi atas kerja keras seluruh tim di lapangan dalam operasi pemadaman serta koordinasi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Beliau menegaskan komitmen parlemen dalam mengawal regulasi tata batas desa melalui transformasi status yuridis menjadi 'desa yang memiliki kawasan hutan', sekaligus bersiap memberikan dukungan politik anggaran pada APBN 2027 untuk pembaruan sarana prasarana serta pemanfaatan teknologi koordinat guna menghindari tumpang tindih lahan rawan.

Komitmen tersebut diperkuat oleh kesiapan pemerintah daerah yang disampaikan oleh Asisten III Setda Provinsi Riau selaku Plh. Kepala Dinas Kehutanan, Bapak M. Job Kurniawan, yang menyatakan kesiapan Pemprov Riau dalam memperketat regulasi di tingkat tapak melalui sanksi tegas berupa pemasangan plang permanen di area eks-kebakaran untuk melacak pemilik lahan, sembari memperluas alternatif ekonomi produktif seperti program Perhutanan Sosial (PS).

Langkah Strategis Nasional dan Restorasi Gambut

Sebagai langkah nyata menyikapi status Siaga Darurat Karhutla di Provinsi Riau, Kementerian Kehutanan mendorong implementasi rencana aksi strategis nasional secara terintegrasi. Langkah awal difokuskan pada penguatan deteksi dini berbasis data makro dengan menyelaraskan data titik panas (hotspot) secara real-time berbasis satelit antarinstitusi guna memitigasi penyebaran api sebelum meluas di kawasan rawan.

Sejalan dengan itu, dilakukan restorasi ekosistem gambut melalui pengawalan ketat terhadap kepatuhan pelaku usaha dalam pembangunan sekat kanal secara masif demi mempertahankan tinggi muka air tanah gambut tetap berada di zona aman atau posisi hijau.

Pemberdayaan Masyarakat dan Penegakan Hukum

Di samping itu, Kemenhut juga mengedepankan program pemberdayaan dan kemitraan kelompok tani hutan (KTH) dengan mendorong optimalisasi kemitraan produktif ekonomi berkelanjutan, seperti budidaya madu, serta memaksimalkan pemanfaatan alokasi Perhutanan Sosial (PS) agar ketergantungan masyarakat terhadap pembukaan lahan dengan cara membakar dapat ditekan.

Seluruh rangkaian mitigasi tapak ini diperkuat oleh pilar penegakan hukum (Gakkum) yang konsisten, tegas, dan transparan melalui pengawasan intensif Ditjen Gakkum terhadap setiap pelanggaran hukum karhutla guna memberikan efek jera sekaligus menjaga kelestarian aset negara.

Komitmen Menjaga Ekosistem dan Kesejahteraan Masyarakat

Melalui langkah sinergis ini, Kementerian Kehutanan berkomitmen penuh untuk menjaga kelestarian ekosistem hutan, melindungi kekayaan keanekaragaman hayati, sekaligus memastikan keselamatan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan hutan secara berkelanjutan.


Bagikan
Kembali ke Daftar