Kementerian Kehutanan Perkuat Penanganan Kebakaran di TPA Jatiwaringin Tangerang
Kementerian Kehutanan memperkuat upaya penanganan kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, dengan mengerahkan 30 personel Manggala Agni (3/7/2026). Dukungan tersebut merupakan kolaborasi dan sinergitas lintas kementerian/lembaga dalam penanganan kebakaran yang masih berlangsung hingga saat ini.
Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, menyampaikan bahwa pengerahan Manggala Agni merupakan tindak lanjut atas permohonan bantuan pemadaman dari Kementerian Lingkungan Hidup (LH) sekaligus wujud komitmen Kementerian Kehutanan dalam mendukung penanganan kebakaran sebagai sumber emisi gas rumah kaca, bersama pemerintah daerah dan instansi terkait.
Dukungan Kementerian Kehutanan dan Pengalaman Manggala Agni
“Sebagai bagian dari unsur pemerintah, Kementerian Kehutanan memiliki sumber daya dan pengalaman dalam penanganan kebakaran, seperti pada kejadian kebakaran di beberapa TPA pada tahun 2023. Saat itu, Manggala Agni berhasil membantu memadamkan kebakaran di TPA Rawa Kucing, Kota Tangerang,” ujar Dwi.
Dwi menambahkan bahwa pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam menerapkan strategi pemadaman pada kebakaran TPA yang memiliki karakteristik berbeda dengan kebakaran hutan dan lahan, terutama karena adanya timbunan sampah yang menghasilkan panas dan gas metana.
Sinergi Operasi Pemadaman di TPA Jatiwaringin
“Manggala Agni melaksanakan operasi pemadaman secara terpadu bersama Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tangerang, dan memperkuat operasi water bombing yang dilaksanakan BNPB. Sinergi sumber daya ini diharapkan dapat mempercepat penanggulangan kebakaran sehingga dampak asap terhadap masyarakat dapat diminimalkan,” harap Dwi.
Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan, Thomas Nifinluri, menyebutkan bahwa Manggala Agni yang dikerahkan sebanyak 30 personel yang terlatih lengkap dengan sarprasnya dalam pengendalian kebakaran untuk memberikan dukungan percepatan pemadaman di area TPA. Mereka terdiri atas 22 personel berasal dari Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sulawesi dan 8 personel dari Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (JBN).
Strategi 5M dan Langkah Awal di Lapangan
“Sebagai langkah awal, tim Manggala Agni telah melakukan peninjauan lapangan, monitoring wilayah dan kordinasi bersama BNPB, BPBD dan Damkar Kabupaten Tangerang, Kementerian LH, TNI dan Polri terkait strategi operasional pemadaman yang akan diterapkan,” jelas Thomas.
Thomas mengungkapkan bahwa dalam pelaksanaan operasi yang efektif, Manggala Agni akan menerapkan strategi penanganan 5M, yaitu Manajemen Asap, Manajemen Air, Manajemen SDM, Manajemen Sarana dan Prasarana, serta Manajemen Logistik.
Metode Pemadaman dan Luas Area Terdampak
“Proses pemadaman diawali dengan pengamanan sumber air dan penyiapan jalur suplai air. Tim Manggala Agni kemudian akan menerapkan metode kikis dengan mengeruk timbunan sampah secara bertahap sambil menyemprotkan air ke titik-titik bara api hingga padam,” terang Thomas.
Thomas menerima laporan dari lapangan bahwa estimasi area yang terdampak kebakaran sekitar 13 hektare berdasarkan data pengelola TPA Jatiwaringin. Kondisi di lokasi masih menunjukkan asap yang cukup tebal sehingga operasi pemadaman terus dilakukan secara intensif bersama seluruh elemen dari instansi yang terlibat.






