Gedung Manggala Wanabakti Blok IV Lt. 4, Jakarta Pusat

MANGGALA AGNI BERJIBAKU PADAMKAN RUMAH HARIMAU SUMATERA

Gakkum Kehutanan MANGGALA AGNI BERJIBAKU PADAMKAN RUMAH HARIMAU SUMATERA
Dokumentasi Penindakan Gakkum Kehutanan
Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan melalui Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera kembali mengerahkan Manggala Agni untuk memadamkan karhutla di sejumlah wilayah Riau dan Kepulauan Riau di tengah puasa, cuaca terik, dan ancaman keselamatan di lapangan. Upaya pemadaman terpadu difokuskan di beberapa titik rawan, terutama Pelalawan dan Bengkalis, seiring peringatan BMKG terkait musim kemarau dan potensi El Nino pada semester II 2026.

Dengarkan Berita ini

Status: Siap

Manggala Agni Dikerahkan Padamkan Karhutla di Riau dan Kepri, Pelalawan dan Bengkalis Jadi Fokus

Pekanbaru, 11 Maret 2026 ­­­— Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan melalui Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera kembali mengerahkan Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan- Manggala Agni untuk melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau, Selasa (10/3/2026). Meskipun dalam kondisi berpuasa dan menghadapi cuaca yang terik serta panasnya karhutla, regu Manggala Agni senantiasa sigap dan berkomitmen untuk mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan. Bahkan, di Pelalawan regu Manggala Agni sempat berhadapan dengan Harimau Sumatera.

“Tantangan saat ini sebagian besar kawan-kawan melaksanakan ibadah puasa sehingga perlu menjaga kondisi tetap fit dan aman dalam bekerja. Kendala yang ada selain kondisi cuaca sangat panas juga faktor keamanan, tadi malam di sekitar lokasi pemadaman di Pulau Muda, Pelalawan ditemukan 1 ekor Harimau Sumatera, kondisi ini tentunya menjadi kewaspadaan dari semua anggota untuk menjaga keselamatan selama bekerja, SOP keselamatan kerja harus dikerjakan dengan disiplin,” imbuh Ferdian, Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera.

Tantangan Pemadaman Karhutla di Lapangan

“Demi keselamatan satwa dan juga petugas, kami telah berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau dan petugas BBKSDA Riau saat ini telah dikirimkan untuk menangani Harimau Sumatera tersebut”, imbuh Ferdian.

Ferdian, Selasa (10/3/2026) mengatakan bahwa saat ini Manggala Agni bersama para pihak berpacu dengan waktu terus berjibaku mengendalikan si jago merah agar tidak semakin meluas. Upaya pemadaman dilakukan secara terpadu di beberapa titik kejadian yaitu di Kabupaten Kampar, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Indragiri Hilir, Kabupaten Pelalawan dan Kota Batam.

Sebaran Titik Karhutla di Riau dan Kepri

Saat ini, di wilayah Kabupaten Kampar, Karhutla melanda wilayah Desa Rimbo Panjang Kecamatan Tambang. Sementara di wilayah Kabupaten Bengkalis, api kembali muncul di wilayah Desa Sukarjo Mesim dan Desa Teluk Lecah Kecamatan Rupat, serta Desa Tanjung Leban Kecamatan Bandar Laksamana. Selain itu di Kabupaten Indragiri Hilir, titik kebakaran berada di Desa Tanjung Pidada Kecamatan Tempuling. Kobaran api juga menyerang Desa Pulau Muda Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan. Sedangkan di Provinsi Kepulauan Riau, Karhutla terjadi di Kelurahan Rempang Cate Kecamatan Galang, Kota Batam.

Sementara itu, luas karhutla Provinsi Riau berdasarkan analisa citra satelit oleh Kemenhut, pada periode Januari – Februari 2026 seluas 4.400 hektar dan 94% berada di lahan gambut (4.173,82 Ha). Dua kabupaten dengan Karhutla terluas yaitu Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau. Sedangkan di Provinsi Kepri luas karhutla tercatat seluas 1.162,52 Ha.

Fokus Penanganan di Pelalawan dan Bengkalis

“Kabupaten Pelalawan dan Bengkalis saat ini menjadi fokus kita untuk pemadaman dan pencegahan. Seluruh tim di lapangan terus bekerja secara intensif untuk mengendalikan situasi serta mencegah potensi perluasan Karhutla. Upaya pemadaman dan pencegahan terus dilakukan secara terpadu bersama para pihak,” ungkap Ferdian dalam keterangannya, Selasa (10/3).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan prediksi musim kemarau tahun 2026 di wilayah Sumatera akan dimulai secara bertahap pada Bulan Mei di Aceh bagian utara, sebagian Sumatera Utara, Riau bagian tenggara, sebagian Jambi, Sumatera Selatan bagian tengah, dan Lampung, kemudian meluas ke sebagian besar Aceh, Sumatera Barat, Riau, Jambi bagian tengah, sebagian Bengkulu, dan sebagian Sumatera Selatan pada bulan Juni. BMKG juga memberikan peringatan terkait prediksi terjadinya El Nino yang sebelumnya diprediksi akan muncul di tahun 2027, diperkirakan akan maju pada semester II tahun 2026.

Prediksi BMKG dan Risiko Karhutla 2026

Secara umum, wilayah Sumatera bagian tengah hingga tenggara diperkirakan akan mengalami sifat musim kemarau di bawah normal, yang berarti akumulasi curah hujan musimannya akan lebih kering dibandingkan rerata klimatologisnya.

Puncak musim kemarau di pulau ini diprediksi terjadi pada bulan Juli untuk sebagian wilayah Sumatera, serta pada bulan Agustus untuk Sumatera bagian tengah dan selatan, dengan risiko potensi kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan yang perlu diwaspadai.

Bagikan
Kembali ke Daftar