Gedung Manggala Wanabakti Blok IV Lt. 4, Jakarta Pusat

Perkuat Sinergi Kesiapsiagaan Karhut: Balai Dalkarhut Jabalnusra Fasiltasi Peningkatan Kapasitas Tenaga dan SDM TN Tambora

Gakkum Kehutanan Perkuat Sinergi Kesiapsiagaan Karhut: Balai Dalkarhut Jabalnusra Fasiltasi Peningkatan Kapasitas Tenaga dan SDM TN Tambora
Dokumentasi Penindakan Gakkum Kehutanan
BMKG memprediksi ENSO Netral berkembang menjadi El Nino lemah hingga moderat pada Mei–Juni–Juli 2026 yang berpotensi meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan di NTB. Balai Dalkarhut Jabalnusra bersama TN Tambora memperkuat kesiapsiagaan melalui apel siaga, peningkatan kapasitas SDM, pemanfaatan teknologi, dan kolaborasi multipihak untuk pencegahan serta penanganan karhut.

Dengarkan Berita ini

Status: Siap

BMKG Prediksi El Nino 2026, Balai Dalkarhut Jabalnusra Perkuat Kesiapsiagaan Karhut di TN Tambora

Dompu, 27 April 2026 — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi kondisi ENSO Netral akan berkembang menjadi El Nino lemah hingga moderat pada periode Mei–Juni–Juli 2026. Fenomena ini berpotensi meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan di berbagai wilayah Indonesia, salah satunya di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Sebagai langkah responsif, Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Balai Dalkarhut Jabalnusra) terus mengupayakan serangkaian langkah strategis dan kolaboratif, salah satunya melalui Peningkatan Kapasitas Tenaga dan SDM Dalkarhut di wilayah TN Tambora. Upaya kolaboratif ini merupakan komitmen nyata pemerintah dalam memperkuat kesiapsiagaan di tingkat tapak, khususnya guna mendukung pencegahan, deteksi dini, serta penanganan kebakaran hutan.

Apel Siaga dan Penguatan Kesiapsiagaan

Komitmen kesiapsiagaan tersebut diawali melalui Apel Siaga Pengendalian Kebakaran Hutan di Wilayah Balai TN Tambora. Kepala Balai TN Tambora, Abdul Azis Bakry menegaskan bahwa potensi kebakaran hutan tahun 2026 harus segera diminimalisasi sejak dini.

Diperlukan langkah-langkah strategis yang konkret, antara lain penguatan patroli intensif dan early warning system, edukasi dan intervensi sosial kepada masyarakat, kolaborasi lintas sektoral, kesiapan sarana prasarana dan SDM, serta penegakan hukum tanpa kompromi. Di penghujung Apel Siaga, semangat kesiapsiagaan semakin terasa melalui demonstrasi atraksi penanganan karhut yang ditampilkan oleh personil Resort Doro Ncanga, bersama regu Manggala Agni dan kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA).

Peningkatan Kapasitas MPA dan Kolaborasi Multipihak

Setelah pelaksanaan Apel, Balai Dalkarhut Jabalnusra melakukan fasilitasi penguatan kapasitas yang berfokus pada kelompok MPA yang menjadi garda terdepan pencegahan karhut di tingkat tapak. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini tidak hanya bersifat teoritis saja, tetapi juga dilengkapi dengan praktik langsung yang terselenggara atas kolaborasi bersama Stasiun Meteorologi Sultan M Salahuddin Bima hingga Lembaga Geopark Tambora.

Materi yang diberikan mencakup upaya dalkarhut dan kolaborasi multipihak di wilayah konservasi, prakiraan musim kemarau 2026, hingga pemanfaatan aplikasi SPARTAN (Sistem Peringatan Kebakaran Hutan) BMKG sebagai sistem peringatan dini dalam mitigasi pengendalian karhut. Selain itu, peserta juga diperkenalkan tentang pemanfaatan data hotspot melalui platform “SiPongi” guna mendukung deteksi dini dan verifikasi titik api di lapangan.

Pemanfaatan Teknologi untuk Mitigasi Karhut

Pada aspek penanganan pasca-karhut, peserta mendapatkan pembekalan terkait teknik pemetaan berbasis ponsel untuk melakukan perekaman data vektor dan penaksiran luas areal karhut yang dipadukan dengan data citra satelit guna meningkatkan akurasi perhitungan di lapangan. Upaya mitigasi karhut bukan sekadar tugas satu instansi, melainkan tanggung jawab bersama.

Balai Dalkarhut Jabalnusra meyakini sinergi antara pemanfaatan teknologi informasi, peningkatan kapasitas personil, keterlibatan aktif dan kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi risiko kebakaran hutan pada musim kemarau tahun 2026. Rangkaian kolaborasi ini diharapkan tidak hanya efektif menekan risiko kebakaran saja, tetapi juga mampu mewujudkan lingkungan dan kawasan hutan yang asri dan lestari.

Bagikan
Kembali ke Daftar