Evaluasi Penanganan Kebakaran TPA Jatiwaringin: Kolaborasi dan Langkah Mitigasi Lanjutan
TANGERANG, 14 Juli 2026 – Kementerian Kehutanan bersama seluruh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tangerang, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, dan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menggelar Rapat Evaluasi Penanganan Bencana Kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin. Pertemuan berlangsung di Aula Pendopo Bupati Tangerang pada Selasa (14/07).
Rapat yang dipimpin langsung oleh Bupati Tangerang, H. Mochamad Maesyal Rasyid, bersama Wakil Bupati, Intan Nurul Hikmah, ini bertujuan mengevaluasi langkah strategis pasca-keberhasilan pemadaman total, sekaligus menyusun rencana aksi pencegahan ke depan.
Status Kebakaran dan Operasi Pemadaman
Berdasarkan laporan resmi, kebakaran yang melanda TPA Jatiwaringin sejak 30 Juni 2026 lalu kini dinyatakan selesai dan padam sepenuhnya per Jumat, 10 Juli 2026. Dari total luas lahan TPA sebesar 33 hektar, area yang terdampak kebakaran mencapai ±15 hektar.
Keberhasilan operasi ini merupakan buah dari kerja keras dan kolaborasi solid 350 personil gabungan di lapangan. Pemadaman total dicapai melalui integrasi tiga metode taktis secara simultan: operasi bawah permukaan (ground attack) menggunakan metode injeksi gambut dan pengikisan bara api oleh tim Manggala Agni, pemadaman intensif jalur darat oleh tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten dan Kota Tangerang beserta seluruh tim gabungan, serta dukungan pengeboman air (water bombing) dari udara oleh kru helikopter BNPB.
Kehadiran Delegasi dan Apresiasi Pemerintah Daerah
Dalam agenda evaluasi tersebut, delegasi Kementerian Kehutanan dihadiri langsung oleh Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Dalkarhut Jabalnusra), Bambang Setyo Antoko; Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sulawesi, Era Isdhiartanto; Tim Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan, serta Tim Manggala Agni Kementerian Kehutanan yang mengawal penuntasan bara di lokasi.
Apresiasi tinggi disampaikan langsung oleh Bupati Tangerang kepada jajaran Kementerian Kehutanan. Bupati memberikan penghargaan khusus kepada Menteri Kehutanan, Direktur PKH Ditjen Gakkumhut, Kepala Balai Dalkarhut Jabalnusra dan Sulawesi beserta tim Manggala Agni atas dukungan penuh selama proses pemadaman. Menurutnya, banyak pelajaran yang dapat dipetik dari etos kerja personil Manggala Agni yang tidak kenal lelah, konsisten, dan selalu bersemangat di lapangan sehingga kebakaran bisa diatasi dengan cepat.
Sinergi Petugas dan Komitmen Mitigasi Pascakebakaran
Kementerian Kehutanan turut menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dedikasi dan sinergi seluruh petugas Damkar, TNI, Polri, tenaga kesehatan, pihak kecamatan, BNPB, KLH, serta para personel Manggala Agni yang telah berjuang di garis depan demi memulihkan kualitas udara serta lingkungan bagi masyarakat sekitar.
Sebagai langkah keberlanjutan pascakebakaran dan antisipasi menghadapi musim kemarau panjang, Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen menjalankan tiga langkah mitigasi utama di area TPA Jatiwaringin. Bupati Tangerang menegaskan bahwa jajarannya akan terus melakukan pembasahan secara intensif pada lokasi yang berstatus open access sebagai upaya pencegahan dini. Selain itu, pemerintah daerah juga akan membangun infrastruktur pendukung berupa toren air dan hidran di titik-titik rawan, serta memastikan seluruh prosedur penanganan ke depan wajib mengutamakan keselamatan demi menghindari adanya korban manusia.
Penguatan Koordinasi untuk Pencegahan Ke Depan
Melalui momentum ini, Kementerian Kehutanan bersama Pemkab Tangerang dan instansi terkait sepakat untuk memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan guna mencegah potensi terulangnya kebakaran di fasilitas publik dan wilayah sekitarnya.
Kesepakatan ini menjadi bagian penting dari evaluasi pascakebakaran, sekaligus menegaskan perlunya langkah pencegahan yang terukur dan berkelanjutan di TPA Jatiwaringin.







