Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan (PKH) diberi kepercayaan untuk memberikan Kuliah Umum di Department of Forestry-Seoul National University, Seoul- Korea Selatan (3/2/2026). Acara ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan technical exchange antara Kementerian Kehutanan bersama dengan Korea Forest Service.
Saat memberikan keynote speech pada kuliah umum, Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan, Thomas Nifinluri, menegaskan eratnya keterkaitan antara perubahan iklim dan meningkatnya risiko kebakaran hutan.
“Berdasarkan laporan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) dan United Nations Environment Programme (UNEP) disebutkan bahwa kenaikan suhu bumi akan meningkatkan peluang terjadinya kebakaran hutan yang semakin sering dan besar,” ujar Thomas.
Thomas menjelaskan lebih lanjut bahwa pada COP UNFCCC yang diselenggarakan di Belem tahun lalu, negara-negara telah mengadopsi inisiatif global Call to Action on Integrated Fire Management and Wildfire Resilience, termasuk Indonesia dan Korea Selatan.
“Dengan mengadopsi inisiatif tersebut, diharapkan semakin banyak negara di dunia yang mengimplementasikan Integrated Fire Management (IFM) guna mengatasi permasalahan kebakaran hutan mulai dari pencegahan hingga penanganan pasca kebakaran,” lanjut Thomas.
Kepala Subdit Penanggulangan Kebakaran Hutan, Israr Albar, mengungkapkan bahwa Indonesia telah menghadapi kebakaran hutan sejak lama dan terus belajar dari pengalaman guna mengembangkan berbagai upaya dalam penanganan kebakaran hutan.
“Namun demikian, tentunya setiap negara harus terus bekerjasama dalam menangani permasalahan ini. Indonesia dan Korea Selatan memiliki komitmen yang sama dalam memperkuat ketahanan terhadap kebakaran hutan. Melalui kerja sama dengan Korea Forest Service (KFS), kami terus mengembangkan sistem pengendalian karhutla yang lebih terintegrasi, berbasis teknologi, serta memperkuat kapasitas sumber daya manusia.
Israr mengatakan bahwa kolaborasi dilaksanakan melalui project Development of Sustainable Forest and Land Fire Management in South Sumatera Province of Indonesia yang mencakup empat pilar utama yakni pembangunan pusat komando dan pelatihan kebakaran hutan, peningkatan kapasitas Manggala Agni, penyediaan sarpras pendukung, serta pengembangan sistem ICT untuk deteksi dan pengendalian kebakaran.
“Kementerian Kehutanan bersama dengan Korea Forest Service akan terus memperkuat kerjasama diantaranya melalui pertukaran informasi terkait kebijakan dan teknologi,” pungkas Israr.





