Balai Dalkarhut Jabalnusra Perkuat MPA Bali Utara II Hadapi Ancaman ENSO 2026
Buleleng, 27 April 2026 – Langkah preventif menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman anomali iklim ENSO (El Niño Southern Oscillation) yang diprediksi akan memicu kemarau panjang pada tahun 2026. Menyadari potensi kerentanan kebakaran hutan, Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Balai Dalkarhut Jabalnusra) mengambil langkah cepat dengan memperkuat upaya pencegahan karhut tingkat tapak melalui Pembinaan Masyarakat Peduli Api (MPA).
Kegiatan ini secara khusus menyasar kelompok MPA Bali Utara II, dengan melibatkan 30 (tiga puluh) anggota yang berasal dari Desa Sumberkima dan Desa Pejarakan. Momentum penguatan kapasitas ini dibuka secara langsung oleh Kepala UPTD KPH Bali Utara, I Wayan Arimbawa P yang menyampaikan apresiasi kepada Balai Dalkarhut Jabalnusra yang telah memfasilitasi kegiatan Pembinaan MPA ini.
Pesan Kewaspadaan Menghadapi Cuaca Ekstrem
Mengingat kondisi cuaca ekstrim pada tahun 2026, Arimbawa berpesan agar seluruh pihak dan masyarakat bersama meningkatkan kewaspadaan akan potensi kebakaran hutan. Arimbawa juga mengingatkan pentingnya menjaga vegetasi pohon, sebab pohon mampu menghasilkan oksigen untuk kehidupan makhluk hidup.
Dengan demikian, dampak kebakaran hutan akan menimbulkan kerugian yang sangat besar bagi kelangsungan hidup.
Pembekalan Teori dan Praktik bagi Personil Lapangan
Guna membekali personil di lapangan, Peserta pembinaan MPA mendapatkan pembekalan baik teori maupun praktik dengan tema pengendalian kebakaran hutan, deteksi dini kebakaran hutan, pengelolaan sampah dan limbah padat. Materi pengelolaan sampah dan limbah padat dianggap perlu karena saat ini masalah sampah sangat pelik dan di beberapa wilayah sampah dibakar dan memicu kebakaran hutan dan lahan.
Selama kegiatan berlangsung, anggota MPA Bali Utara II menunjukkan antusiasme yang tinggi. Kepedulian mereka pun telah teruji secara nyata di lapangan.
Dedikasi MPA Bali Utara II di Lapangan
Terbukti pada akhir tahun 2025 lalu, para anggota MPA ini dengan sigap melakukan pemadaman mandiri sehingga kebakaran hutan saat itu tidak meluas. Sebagai penutup, apresiasi tinggi mengalir dari berbagai pihak atas dedikasi dan kesigapan para anggota.
Semangat yang berkobar pun terdengar melalui teriakan yel-yel “MPA BISA”, menandai kesiapan masyarakat untuk terus menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan karhut di tingkat tapak, khususnya di Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali.





