Balai Dalkarhut Jabalnusra Ikut Pameran Hari Kesiapsiagaan Bencana di Bandung
Partisipasi dalam Kegiatan Mitigasi Bencana
Bandung, 28 April 2026 – Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Balai Dalkarhut Jabalnusra) ikut berpartisipasi bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat dan BPBD Kota Bandung dalam melakukan mitigasi bencana melalui kegiatan pameran ”Hari Kesiapsiagaan Bencana” di Kota Bandung pada hari Minggu, 26 April 2026.
Langkah strategis ini menjadi sarana sosialisasi dan kampanye pengendalian kebakaran hutan, sekaligus memperkuat edukasi mitigasi bencana kepada masyarakat melalui rangkaian kegiatan pameran tersebut. Pengunjung pada kegiatan ini terdiri dari siswa-siswi dari Sekolah tingkat dasar, menengah pertama, menengah atas hingga tinggi. Selain itu, relawan kemanusiaan yang bergerak pada kebencanaan juga ikut memeriahkan kegiatan yang dimulai pukul 12.00-17.00 WIB.
Edukasi, Sosialisasi, dan Aktivitas Interaktif
Sosialisasi dan kampanye pengendalian kebakaran hutan dilakukan dengan memberikan edukasi kepada pengunjung melalui penjelasan mengenai tugas dan fungsi Balai Dalkarhut Jabalnusra serta kegiatan pengendalian kebakaran hutan. Selain itu, dilakukan penyebarluasan informasi melalui media cetak seperti leaflet, booklet, buku peraturan, dan komik. Kegiatan dilanjutkan dengan kuis seputar pengendalian kebakaran hutan yang disertai pemberian hadiah berupa buah tangan menarik, antara lain sleevebag, goodie bag, tas serut, gelas, tumbler, boneka sipongi, gantungan kunci, topi, dan pin.
Untuk menambah keseruan, pengunjung juga diajak oleh Sipongi (maskot pengendalian kebakaran hutan) mencoba permainan menggunakan alat pemadaman kebakaran hutan manual seperti jet shooter, serta diperkenalkan berbagai peralatan pemadaman kebakaran hutan. Dengan demikian, edukasi mengenai kebakaran hutan berlangsung lebih interaktif, seru, dan menarik. Salah satu pengunjung menyampaikan harapan agar kegiatan pameran seperti ini dapat terus diadakan, sehingga masyarakat luas semakin lebih waspada terhadap potensi kebakaran hutan, khususnya saat berkemah atau melakukan aktivitas lainnya di kawasan hutan.






