Simulasi Pemadaman Kebakaran Hutan di Kuningan Perkuat Kesiapsiagaan Personel
Kuningan, 2 Maret 2026 – Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Balai Dalkarhut Jabalnusra) mengambil langkah proaktif dalam menjaga kelestarian ekosistem hutan yang menjadi penyangga vital bagi wilayah Jawa Barat, DKI Jakarta, hingga Banten. Melalui kolaborasi strategis dengan Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNG Ciremai) dan Masyarakat Peduli Api (MPA) Manguntapa, sebuah simulasi pemadaman kebakaran hutan berskala besar sukses dilaksanakan di Bumi Perkemahan Bukit 1001 Tangga, Kabupaten Kuningan, pada 26-27 Februari 2026.
Persiapan Lapangan dan Penyusunan Skenario
Rangkaian kegiatan "Panglima Api" (Manggala Agni) ini dimulai dengan observasi kondisi lapangan untuk mengidentifikasi sumber air dan memetakan vegetasi serta serasah yang rawan terbakar.
Persiapan kemudian diperkuat dengan simulasi kering melalui diskusi intensif untuk membagi peran setiap personel dan menyusun skenario taktis pemadaman agar setiap langkah di lapangan terukur dan efisien.
Simulasi Basah dan Aksi Pemadaman
Memasuki hari kedua, suasana berubah menjadi aksi nyata melalui simulasi basah. Skenario dimulai saat tim menerima informasi titik api, yang segera direspons oleh komandan api dengan membagi tugas deteksi, pemadaman, hingga evakuasi.
Mobilisasi tenaga dan peralatan dilakukan melalui jalur aman untuk memastikan keselamatan personel. Di tengah kepulan asap, para petugas berjibaku memadamkan api menggunakan kombinasi peralatan tangan seperti pompa punggung, garu pacul, dan gepyok, serta didukung peralatan mekanik berupa mesin pompa.
Uji Evakuasi Korban dan Evaluasi Prosedur
Tidak hanya berfokus pada pemadaman, simulasi ini juga menguji ketangkasan tim dalam menyelamatkan nyawa. Sebuah operasi evakuasi dilakukan terhadap korban yang disimulasikan tidak sadarkan diri akibat paparan asap pekat di lokasi kebakaran.
Keseluruhan rangkaian ini ditutup dengan evaluasi mendalam untuk menyempurnakan prosedur yang ada.
Penegasan Kesiapsiagaan dari Balai Dalkarhut Jabalnusra
Kepala Seksi Wilayah I Balai Dalkarhut Jabalnusra, Kurniawati Negara, menegaskan bahwa konsistensi adalah kunci utama. Simulasi ini memastikan Manggala Agni dan Masyarakat Peduli Api (MPA) semakin terbiasa dan cakap dalam mengoperasikan peralatan, sehingga mereka siap menjadi benteng terdepan jika kebakaran hutan benar-benar terjadi.
Upaya ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat Jawa Barat dan sekitarnya dari ancaman bencana asap dan kerusakan lingkungan.
Tim Humas Balai Dalkarhut Jabalnusra




