Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan (PKH) memperkuat kerjasama internasional dalam pengendalian karhutla melalui pertukaran teknis pada kegiatan Technical Exchange on Forest Fire Management in the Republic of Korea atas undangan Director of Global Forest Resources Division, Korea Forest Service dengan didukung Project Development of Forest and Land Fire Management System in South Sumatera, Indonesia (30/1 – 4/2/2026).
Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan, Thomas Nifinluri mengungkapkan bahwa technical exchange ini bertujuan meningkatkan hubungan kerja sama antar kelembagaan melalui pertukaran informasi terkait kebijakan dan teknologi, juga meninjau penerapan sistem pemantauan dan pengendalian kebakaran hutan berbasis ICT (Information and Communication Technology) di Korea.
“Selain itu, dilaksanakan kunjungan dan konsultasi tentang berbagai jenis peralatan pemadam kebakaran hutan yang sesuai dengan Standar Nasional Korea guna mendukung revitalisasi peralatan pemadaman di Sumatera Selatan. Kehiatan ini juga diisi dengan diskusi mengenai kebijakan dan isu-isu terkini dalam kerja sama kehutanan Korea-Indonesia dan rencana pengembangan proyek-proyek baru khususnya terkait dengan pengendalian kebakaran hutan,” lanjut Thomas.
Rangkaian kegiatan technical exchange meliputi kunjungan dan diskusi ke Jengoup National Forest Management Office, Yeongam Forest Aviation Management Office, Perusahaan Peralatan Pemadaman Kebakaran Hutan (Bolim dan Cijun), Daegu City Hall Wildfire Situation Room, Korea Forest Service, serta kuliah umum di Department of Forestry-Seoul National University.
“Pengalaman di Korea Selatan menunjukkan bahwa sistem komando dan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, pendanaan, ketersediaan sarpras dalkarhut dan kapasitas sumberdaya manusia menjadi hal yang penting guna melakukan respons yang cepat dalam menangani kebakaran hutan,” terang Thomas.
Thomas menambahkan bahwa peralatan pemadman karhutla dikembangkan dengan memperhatikan aspek keamanan, kenyamanan, ergonomis dan ketahanan terhadap api serta wajib memenuhi standar nasional yang telah ditetapkan. Kunjungan ini juga dimanfaatkan untuk menjajaki kebutuhan peralatan pemadam kebakaran yang dapat dipenuhi melalui kerja sama Project Development of Forest and Land Fire Management System in South Sumatera, Indonesia.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Subdit Penanggulangan Kebakaran Hutan, Israr Albar, menjelaskan bahwa kunjungan ke Korea Forest Service dilakukan untuk mempererat koordinasi dan kerja sama antara Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan dan Korea Forest Service.
“Sistem monitoring dan deteksi dini kebakaran hutan di Korea Selatan memanfaatkan CCTV thermal yang dianalisa menggunakan AI (Artificial Intelligence) kemudian diverifikasi di lapangan oleh anggota pemadam kebakaran. Penggunaan teknologi ICT dan AI dalam pengendalian karhutla ini perlu dipelajari, termasuk tantangan dan upaya perbaikan sistemnya dari waktu ke waktu,” terang Israr.
Lebih lanjut, Israr mengatakan bahwa selain mengadopsi sistem teknologi yang digunakan, juga SDM dalkarhut yang diperlukan dalam monitoring sistem guna diadopsi dalam pengembangan Command Center di Daops OKI dan National Command Center di Manggala Wanabakti yang akan didukung melalui project selanjutnya dengan KFS.
“Ke depan diharapkan semua Daops Manggala Agni memiliki Command Center sebagai pusat koordinasi pengendalian karhutla sehingga setiap kondisi kebakaran di lapangan dapat dimonitor baik di daops, kantor balai maupun di pusat guna mempermudah pengambilan keputusan dan mendukung pelaksanaan operasional pemadaman yang efektif dan efisien,” harap Israr





