Gedung Manggala Wanabakti Blok IV Lt. 4, Jakarta Pusat

Indonesia-Korsel Perkuat Dalkarhutla melalui Pengembangan Forest and Land Fire Management Centre di OKI

Gakkum Kehutanan Indonesia-Korsel Perkuat Dalkarhutla melalui Pengembangan Forest and Land Fire Management Centre di OKI
Dokumentasi Penindakan Gakkum Kehutanan
Pemerintah Indonesia dan Republik Korea memperkuat kerja sama pengendalian kebakaran hutan dan lahan melalui pengembangan Forest and Land Fire Management Center di Sumatera Selatan serta pembangunan Asrama Manggala Agni. Kolaborasi ini difokuskan pada penguatan kapasitas, sarana pendukung, dan teknologi deteksi karhutla untuk menghadapi potensi kebakaran yang semakin kompleks.

Dengarkan Berita ini

Status: Siap

Indonesia dan Korea Perkuat Kolaborasi Pengendalian Karhutla di Sumatera Selatan

Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Korea memperkuat kolaborasi dalam upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui pengembangan “Forest and Land Fire Management Center” di Sumatera Selatan (22/4/2026). Gedung ini pun segera akan dilengkapi sarana akomodasi pendukung berupa Asrama Manggala Agni.

Pembangunan asrama ini adalah bagian implementasi kerjasama yang disepakati, mencakup empat pilar utama: pembangunan pusat komando dan pelatihan kebakaran hutan, peningkatan kapasitas Manggala Agni, penyediaan sarpras pendukung, serta pengembangan sistem teknologi informasi dan komunikasi untuk deteksi karhutla.

Groundbreaking Asrama Manggala Agni pada Hari Bumi

Bertepatan dengan Hari Bumi (Earth day) pada 22/04/2026 dilaksanakan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Asrama Manggala Agni. Pada acara itu, Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan, Thomas Nifinluri menyampaikan bahwa BMKG dalam Climate Outlook 2026 memprediksi Indonesia akan mengalami fenomena El Niño lebih awal yaitu pada semester dua tahun ini. Seiring dengan meningkatnya suhu global, potensi karhutla diperkirakan akan semakin luas, lebih sering terjadi, dan lebih sulit dikendalikan. Kondisi ini menuntut kesiapsiagaan serta penguatan strategi pengendalian karhutla yang lebih adaptif dan terpadu,

"Upaya pengendalian karhutla tidak dapat dilakukan secara mandiri, melainkan memerlukan kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan tidak hanya dalam negeri tetapi juga antar negara. Kerja sama ini penting untuk mendorong pertukaran pengetahuan, pengalaman, serta pemanfaatan teknologi dalam rangka memperkuat kapasitas pengendalian karhutla secara lebih efektif dan terpadu," ujar Thomas.

Dukungan Korea untuk Penguatan Kapasitas Manggala Agni

Thomas mengatakan bahwa melalui dukungan Korea Forest Service ini, kita bersama-sama membangun Manggala Agni sebagai center of excellence pengendalian kebakaran hutan di Indonesia. Pengembangan “Forest and Land Fire Management Center” diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi Indonesia, ASEAN, dan dunia internasional.

Konselor Kedutaan Besar Republik Korea, Ha Kyung Soo, menjelaskan bahwa pembangunan asrama ini menjadi bagian dari penguatan fasilitas pendukung dalam peningkatan kapasitas Manggala Agni, khususnya dalam kerangka kerja sama Korea - Indonesia di sektor kehutanan melalui proyek Development of Forest and Land Fire Management System in South Sumatera.

Fasilitas Pendukung dan Pelatihan Internasional

"Fasilitas ini diharapkan dapat mendukung efektifitas pelatihan, koordinasi, dan operasional pengendalian kebakaran hutan dan lahan secara terpadu dan berkelanjutan," ungkap Ha.

Groundbreaking asrama Manggala Agni ini dihadiri oleh perwakilan dari Kedutaan Besar Republik Korea, Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan, Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera, Manggala Agni Daops XVII OKI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKI, serta aparat daerah setempat dan KIFC.

Pemanfaatan Forest and Land Fire Management Center

Gedung "Forest and Land Fire Management Center" telah dimanfaatkan untuk berbagai pelatihan, termasuk pelatihan internasional penanggulangan karhutla gambut yang diselenggarakan oleh Asian Forest Cooperation Organization (AFoCo) berlangsung pada 20-24/04/2026.

Peserta berasal dari enam negara (Brunei Darussalam, Malaysia, Cambodia, Timor Leste, Filipina, dan Indonesia).

Bagikan
Kembali ke Daftar